Friday, April 20, 2018

adapt

jumat 20/4 (6:36 pm)

sebagai orang yang ga terlalu suka perubahan, sejak 9 bulanan yang lalu gua harus beradaptasi dengan situasi dan kondisi baru seiring dengan kepergian nyokap 😣

dan sejak awal maret lalu, ada perubahan lain lagi yang harus gua hadapi and sekarang gua lagi mikir2.. sometimes i feel like i don't know where my place is anymore, the place where i feel like i belong, the place where i choose to be, karena terkadang yang gua inginkan ga memungkinkan untuk dijalani sesuai kemauan gua πŸ˜’

jarak, dan keterbatasan tempat menjadi kendala utama, mau ga mau gua harus menyesuaikan diri dengan 'realita' yang ada di depan mata saat ini yang mana sebenernya ga jelek2 amat juga sih 😊

apart from missing my mom so badly from time to time, ada beberapa hal baik di tempat kediaman yang baru ini 😁

Tuhan, terima kasih atas penyertaan dan perlindunganMu untuk setiap dari kami 😊 bimbinglah setiap dari kami berjalan di jalan yang Engkau mau kami lalui ya, Tuhan, dan jangan lepaskan genggamanMu karena kami tak dapat jalan sendiri πŸ˜„

jumat 20/4 (6:54 pm)

Tuesday, April 17, 2018

konselor

selasa 17/4 (7:12 am)

psikologi, salah satu hal yang menarik buat gua.. manusia dengan segala dinamika emosinya itu menarik untuk ditelaah, selama kita nya ga terlibat langsung di dalamnya hahaha, karena kalau berada terlalu dekat dengan 'sumber masalah' maka akan semakin mengaburkan pandangan untuk bisa melihat akar persoalan dari sisi yang berbeda, karena ada emosi di dalamnya yang bisa mengacaukan segalanya πŸ˜„

anywayy, hasil 'curhat' ma beberapa orang membawa gua pada kesimpulan, ga gampang ya boo jadi konselor ituu ahahaha πŸ˜…πŸ˜… beneran d, how netral can you be? netral itu sepengertian gua ya ga ada di sisi kiri dan ga condong ke kanan juga, tapi bisa menempatkan diri berada di tengah2, bisa melihat sisi plus minus dari apa yang diceritakan.. bukannya melulu hanya melihat kelemahan dan negatifnya ajaa, itu mah ga netral namanyaa πŸ˜‚πŸ˜‚

gua kadang ga ngerti juga what to expect ketika bercerita ma orang lain tentang hal2 yang mengganggu gua hahahaha πŸ˜† gua-nya aja ga jelas ya tentang apa yang gua mau, gimana yang ngasih tanggapan huahahaha 😝 cuma setelah melalui beragam proses curhat dengan orang2 yang berbeda, in the end gua rasa gua cuma pengen didengerin aja sih huehehe.. didengerin, ga perlu dikomentarin apa2.. karena ga tau ya, mungkin bawaannya gua yang moody or gimana ya, kalau responnya itu mojokin gua kok ya gua otomatis defensif πŸ˜₯ tapi kalau responnya kelewat ngebela gua banget and nyalahin pihak satunya, gua juga kaya ga terima githu πŸ˜‚πŸ˜‚

again, gua ga bisa ngomong atas nama orang lain karena khan cara kita mikir ya ga sama ya tapi buat gua, ketika gua curhat, more or less gua udah tau what went wrong, in which part i'm right and in which part others might be right 😊

gua ini tipe pemikir, bukan sengaja mikirin sesuatu sampai gimana2 juga sih, cuma ya kepikiran aja.. dan ketika gua bisa sampai pada satu kesimpulan maka dapat dipastikan itu bukan kejadian yang hanya terjadi sekali aja, tapi udah berulang makanya keliatan pattern-nya 😁

gua juga ga bilang gua tipe pengamat sejati karena gua emang bukan sengaja mengamati sesuatu atau seseorang, cuma ya kaya terekam aja githu and terpilah2 sendiri secara otomatis, jadi kalau nanti berulang2 ketemu and berulang2 kejadian, ya kaya nemu kesimpulan sendiri hahahaha πŸ˜ƒ

terus jadi curhatnya buat apaa? buat ngosongin pikiran ma perasaan ahahahaha πŸ˜‚πŸ˜‚ kalau ngga, gua bisa gilaa karena berputar2 terus dalam kepala and ngeganjal di hati ahahaha 😁😁

jadi wondering, konselor yang baik itu yang seperti apa ya? 😬 buat yang menangani masalah pernikahan or keluarga githu, yah buat gua sih ya kalau orang udah sampai pergi ke konseling githu, mereka itu udah ngerasa overwhelmed and ga bisa menangani sendiri masalahnya, karenanya mereka butuh bantuan dari pihak lain.. kebayang khan kalau konselor yang harusnya bisa meredam masalah and mendamaikan pihak yang bertikai, eh ini malah ibarat menyiram bensin ke api πŸ˜‚πŸ˜‚

ya udah, sekian unek2 di pagi hari, ai lapeerr πŸ˜„πŸ˜„

selasa 17/4 (7:36 am)

Saturday, April 14, 2018

mengapa?

sabtu 14/4 (10:58 pm)


9 bulan 1 hari, gua kadang masih suka bertanya 'mengapa?', setiap kali pertanyaan itu muncul, ada waktu di mana gua sendiri berusaha menekannya karena apa ya, yah itu berasa kaya menentang otoritas Tuhan ga sih? πŸ˜…

kadang ya gua menangkap kesan kalau segala 'keputusan' Tuhan itu ga boleh dipertanyakan, padahal mungkin Tuhan-nya sendiri ga masalah dengan pertanyaan yang kita ajukan, seringkali justru orang2 di sekitar kita yang ga merasa nyaman dengan pertanyaan kita 😁

kita mungkin bisa menutup mulut dan menyimpan rapat2 pertanyaan 'mengapa?' itu hanya dalam hati saja, jauh dari jangkauan telinga dan penglihatan orang lain, tetapi bukankah tiada yang tersembunyi bagi Tuhan? πŸ˜„ jadi, udah kepalang tanggung, daripada mengganjal khan lebih baik dikeluarkan aja sekalian ya ahahaha πŸ˜‚

and apa yang gua dengarkan melalui khotbah di youtube pada malam hari ini seakan mengingatkan gua akan pengertian gua soal pertanyaan dan jawaban yang mana menurut gua ya, sesuatu itu hanya bisa menjadi sebuah jawaban apabila ada pertanyaan yang mendahuluinya 😌 tanpa pertanyaan, maka itu hanya akan menjadi pernyataan atau informasi belaka ahahaha πŸ˜†

Tuhan yang lebih mengerti hal yang melatarbelakangi 'mengapa?' yang gua tanyakan dan Dia juga yang paling mengerti kapan waktu yang paling tepat buat gua untuk bisa tahu jawaban atas 'mengapa'-nya gua, seberapa banyak yang akan Dia ungkapkan tentu saja semuanya itu adalah haknya Tuhan yang ga bisa diganggu gugat 😁😁

terima kasih, Tuhan, untuk apa yang saya dengar pada malam hari ini melalui pdt chris manusama..

terima kasih, Tuhan, karena Engkau selalu mau mendengar walau pertanyaan yang saya ajukan belakangan ini kurang bervariasi dan itu2 aja πŸ˜€

kiranya pada waktu Engkau memberikan jawabanMu, saya bisa mendengar dan mengenali suaraMu ya, Tuhan..

sabtu 14/4 (11:23 pm)

Friday, April 13, 2018

posisi

jumat 13/4 (2:20 pm)

kadang ya penting untuk menanyakan langsung ke orang yang bersangkutan untuk tau 'posisi' elo ada di mana, bukan sekedar mengasumsikan elo tau posisi elo di mana bagi orang tersebut, karena sometimes apa yang elo pikirkan belum tentu sama huahahaha 😌

walau kadang mungkin jawabannya ga sesuai harapan, at least you know for sure di mana elo harus menempatkan diri πŸ˜„

sedih ya ketika apa yang elo pikirkan ternyata kurang lebih emang itulah yang terjadi 😳 (kalau emoticonnya githu, ngerti lah ya yang gua maksudnya itu kejadian yang baik apa sebaliknya πŸ˜›) gua ga mengaitkan ini dengan 'menarik apa yang dipikirkan' sih πŸ˜† karena gua lebih melihatnya sebagai apa ya, mengamati sih, maksudnya kalau elo mengamati apa yang terjadi di sekitar elo maka kurang lebih bisa 'memprediksi' what happens next 😬atau kalau ga bisa tau kejadian selanjutnya juga at least pas itu terjadi, ada gambaran apa yang melatarbelakanginya, jadi ga totally clueless πŸ˜‡

and it happened for couple of times.. gua sebenernya bukan tipe pengamat yang sengaja mengamati sesuatu atau seseorang sih 😁 bahkan biar kata bertatapan sama orang langsung juga belum tentu gua inget wajahnya seperti apa and apa2 aja yang dibicarakan πŸ˜… cuma emang bener ya apa2 yang kita liat and kita dengar itu emang terekam dalam ingatan..

gua selalu membayangkan setiap interaksi kita dengan seseorang itu ibarat kepingan2 puzzle 😎 beberapa kejadian yang mungkin random dan sekilas mata tuh sama sekali ga berhubungan, tapi langsung dipisah2kan menurut kategori yang gua ga ngerti apa, nah in time kalau kepingannya udah cukup banyak, i get to see the bigger picture yang membantu gua mengerti dan memahami sesuatu ✌

mungkin itu sebabnya gua suka denger khotbah dari pendeta yang berbeda2, dari beragam aliran, karena like it or not, pola pikir kita ya cenderung githu2 aja, kita cenderung ngeliat sesuatu hanya dari sudut yang itu2 aja πŸ™Š bukannya ga boleh sih, tapi seperti yang disinggung di topeng kaca, pematik diliat dari sisi manapun ya tetap pematik hanya dari sudut yang berbeda ya akan keliatan beda bentuknya tapi ga menjadikannya sebagai benda yang beda, ya tetap aja itu pematik khan, ga akan berubah jadi rokok, hahahaha 😝

terus, kenapa dari soal posisi jadi melenceng ke khotbah? 😏 ya ga apa2 juga khan, enak toh nulis and baca sesuatu yang elo ga tau akan dibawa ke mana pembicaraan selanjutnya πŸ˜‚

yah intinya sih, i miss some things in my life, and belakangan makin menyadari bahwa dalam hidup ini emang ga ada yang ga berubah ya 😊 suka ga suka, itu pasti terjadi πŸ˜₯

jumat 13/4 (2:42 pm)

Wednesday, April 11, 2018

what's going on

selasa 11/4 (5:23 am)

semingguan ini ada beberapa kejadian yang sebenernya ga saling berkaitan satu sama lain tapi berujung di satu hal yang kurang lebih sama, yaitu mengenai pelepasan atau pemisahan, dan lucunya semuanya itu dari my own inner circle yang bikin gua jadi mau ngga mau mikir soal emang bener ya ga ada yang abadi di hidup ini, betapa setiap perjumpaan pasti akan sampai pada titik perpisahan, whether we like it or not, whether we want it or not..

seakan semuanya itu udah sepaket, sama seperti kehidupan dan kematian, semua yang 'hidup' nantinya pasti akan menemui kematian (kecuali pinokio, dari benda mati jadi hidup πŸ˜„ and ga diceritain pula endingnya πŸ˜‹ but anyway, you get my point khan?).

the problem is, terkadang gua overthinking something yang berujung pada stres and berpengaruh ke kesehatan fisik gua πŸ˜• i used to be so good in blocking others' negativity towards me tapi karena suasana hati sendiri yang masih ga beres, sekarang ini berasa susah untuk memblokir yang dari luar πŸ˜₯

and karena gua tipe yang berusaha 'menjaga' apa yang gua anggap 'penting' buat gua maka gua berasa susah untuk menerapkan menikmati masa 'tenggang' (eh udah kaya pulsa prabayar aja yaa πŸ˜‚πŸ˜‚) tapi yah in the end everyone's entitled to what they feel khan, walau itu mungkin ga sesuai ma apa yang kita mau πŸ˜…

sedih sih, tapi mau digimanain lagi? 😳 you can't force someone to stay juga khan when they choose to walk away, sama halnya you can't make someone walk away when they choose to stay..

all i can do is, wish you happy with your decision and enjoy being all by yourself as much as you want for spending just 1-2 hours per week for someone else seemed like a burden to you πŸ˜“

my heart, take care of yourself πŸ˜‡

selasa 11/4 (5:43 am)

11 april 2018 : focus, melepaskan & love

selasa 11/4 (5:19 am)




selasa 11/4 (5:21 am)